Rp90 Miliar untuk Jalan Tanjab Timur, Buah dari Bupati yang Tak Henti Cerewet ke Pusat

Infokabarkito.id — Ada yang menarik dari kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Di tengah pembahasan pembangunan jalan dan keterbatasan anggaran, muncul satu istilah yang disampaikan dengan nada bercanda: “bupati agak cerewet.”

Yang dimaksud Edi adalah Bupati Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari. “Cerewet” yang dimaksud bukan dalam arti negatif, melainkan karena sang bupati tak henti menyampaikan aspirasi dan menanyakan perkembangan pembangunan infrastruktur daerahnya.

Dan kali ini, kegigihan itu membawa kabar besar. Tanjung Jabung Timur diproyeksikan mendapatkan sekitar Rp90 miliar melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Nilai tersebut disebut Edi menjadi yang terbesar di Provinsi Jambi.

Edi menyampaikan hal itu saat meninjau sejumlah ruas jalan yang masuk dalam program Inpres Jalan Daerah di Kecamatan Rantau Rasau dan Muara Sabak Timur.

Menurut Edi, perjuangan tersebut berawal dari aspirasi Bupati Dillah Hikmah Sari yang beberapa kali menyampaikan kondisi infrastruktur jalan di Tanjung Jabung Timur.

“Beliau beberapa kali ketemu saya, menceritakan bahwa ruas Tanjung Jabung Timur itu jalan yang mantap hanya 16 persen,” ujar Edi.

Ia mengatakan, Tanjung Jabung Timur memang membutuhkan perhatian lebih karena karakter wilayahnya didominasi lahan gambut. “Memang kontur di sini gambut,” katanya.

Edi mengungkapkan, tahun sebelumnya Tanjung Jabung Timur belum mendapatkan alokasi melalui skema tersebut. Karena itu, pada tahun ini perjuangan untuk mendapatkan porsi anggaran dilakukan lebih serius. “Bupatinya agak cerewet, tanya terus. Tidak apa-apa bagi kita, tidak masalah,” ujar Edi.

Baca Juga :  Optimalisasi Irigasi Rawa Jadi Fokus Koordinasi Dinas PUTR Jambi dan DPRD Tanjabtim

Jalan Ditarget Mulai Oktober

Dua ruas jalan yang ditinjau menjadi bagian dari pembangunan yang akan ditangani melalui Balai Jalan Kementerian Pekerjaan Umum.

Ruas pertama adalah Simpang Kantor Camat Rantau Rasau menuju IPA Panjang, dengan panjang sekitar 4,8 kilometer.

Sementara ruas kedua menghubungkan Simpang Kantor Camat menuju Simpang Tugu Sawit, dengan panjang sekitar 4–5 kilometer.

Edi mengatakan proses desain dan tender ditargetkan berlangsung pada September. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pekerjaan fisik akan dimulai paling lambat Oktober.

“Desain kita bulan ini, tender juga bulan ini. Insya Allah kalau terkejar akhir bulan ini kita kerjakan. Oktober sudah pasti dikerjakan,” katanya.

Namun Edi meminta pembangunan tidak hanya mengejar target penyelesaian. Kualitas pekerjaan, menurut dia, harus menjadi prioritas.

“Kualitasnya sekali lagi kualitasnya harus bagus,” tegasnya. Ia berharap jalan yang dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang sehingga anggaran pemerintah tidak terus tersedot untuk memperbaiki ruas yang sama.

“Harapan saya bisa berpuluh-puluh tahun tahan itu jalan,” ujarnya.

Anggaran Terbatas, Daerah Harus Berebut

Edi menjelaskan, perjuangan mendapatkan anggaran pembangunan jalan tidak mudah. Anggaran Inpres Jalan Daerah secara nasional terbatas, sementara kebutuhan infrastruktur di berbagai daerah sangat besar.

Ia menyebut anggaran nasional untuk skema tersebut berada di kisaran Rp11 triliun, setelah sebelumnya direncanakan sekitar Rp15 triliun. “Awalnya Rp15 triliun. Kita berebut,” katanya.

Untuk Provinsi Jambi, alokasi yang diperoleh melalui skema tersebut mencapai sekitar Rp381 miliar, dengan Tanjung Jabung Timur mendapatkan sekitar Rp90 miliar. Nilai tersebut disebut menjadi alokasi terbesar melalui skema Inpres Jalan Daerah di Provinsi Jambi.

Baca Juga :  PUTR Inventarisasi 289 Jembatan Milik Pemprov Jambi, Fokus Perbaikan dan Standarisasi

Menurut Edi, besarnya alokasi untuk Tanjung Jabung Timur cukup beralasan. Selain kondisi infrastruktur yang membutuhkan perhatian, karakteristik wilayah gambut membuat pembangunan jalan di daerah tersebut membutuhkan penanganan yang lebih serius. Ia berharap pembangunan yang dilakukan tidak sekadar menyelesaikan persoalan jalan untuk beberapa tahun, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Tak Hanya Jalan

Dukungan pemerintah pusat untuk Tanjung Jabung Timur tidak hanya datang melalui pembangunan jalan.

Edi menyebut sejumlah program nasional lainnya juga masuk ke daerah tersebut, antara lain sanitasi, penanganan kawasan kumuh, Pamsimas dan bedah rumah.

Ia juga menyebut adanya dukungan program lain yang berkaitan dengan infrastruktur dan permukiman.

Menurut Edi, berbagai program tersebut menunjukkan bahwa Tanjung Jabung Timur mendapatkan perhatian cukup besar dalam pembangunan infrastruktur.

“Saya yakin harapan Tanjung Jabung Timur ke depan jauh lebih maju,” katanya.

Dillah: Hampir Rp100 Miliar Masuk

Bupati Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan perjuangan Edi Purwanto.

“Atas nama pemerintah daerah sangat-sangat berterima kasih dengan Mas Edi Purwanto selaku anggota DPR RI dari Komisi V yang telah sangat membantu begitu banyak pembangunan infrastruktur yang masuk ke Tanjung Jabung Timur,” kata Dillah.

Menurut Dillah, total berbagai dukungan program infrastruktur yang masuk ke Tanjung Jabung Timur tahun ini mendekati Rp100 miliar.

Selain pembangunan jalan, dukungan tersebut mencakup DAK, program permukiman, penanganan kawasan kumuh, sanitasi hingga bedah rumah. Dillah mengatakan berbagai program tersebut merupakan hasil dari perhatian pemerintah pusat sekaligus perjuangan bersama untuk mendorong percepatan pembangunan di Tanjung Jabung Timur.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Jambi Dorong Realisasi PI 10 Persen Migas Blok Jabung di Tanjabtim

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Edi Purwanto yang dinilainya konsisten memperjuangkan kebutuhan pembangunan daerah.

“Terima kasih banyak kepada pemerintah pusat, terima kasih banyak kepada anggota DPR RI Dapil Jambi, Mas Edi Purwanto yang benar-benar konsentrasi membangun dan membantu Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ujarnya.

Di penghujung pernyataannya, Dillah kembali menyinggung candaan Edi mengenai dirinya yang disebut “agak cerewet”. Dengan nada ringan, ia justru meminta maaf kepada Edi. “Mohon maaf, Mas, kalau agak-agak cerewet,” ucap Dillah. Namun, “cerewet” dalam konteks ini justru menggambarkan kegigihan seorang kepala daerah dalam memperjuangkan kebutuhan wilayahnya.

Sebab bagi Tanjung Jabung Timur, pembangunan jalan bukan sekadar soal aspal dan beton. Di balik setiap kilometer jalan yang dibangun terdapat akses masyarakat, kelancaran distribusi hasil pertanian, konektivitas antarkawasan dan peluang ekonomi yang semakin terbuka.

Kali ini, perjuangan itu membawa hasil yang cukup besar. Sekitar Rp90 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan Tanjung Jabung Timur melalui skema Inpres Jalan Daerah—nilai yang disebut sebagai alokasi terbesar di Provinsi Jambi.

Bagi masyarakat Tanjung Jabung Timur, angka itu bukan sekadar nominal anggaran. Ia adalah jalan yang lebih baik, perjalanan yang lebih lancar, dan harapan agar pembangunan di daerah berjuluk Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung itu terus bergerak maju.***